Dua sumber, dua cara membaca
Di dalam pengadaan pertahanan.
Telusuri rencana dan transaksi tercatat Kemhan/TNI. Baca metode, satuan kerja, identitas penyedia, serta pos BBM dan alutsista.
Perubahan & metode pengadaan
Klik tahun atau metode untuk menyaring data.
Kronologi tahun anggaran
2026 masih berjalan. RUP swakelola 2022 tidak tersedia. Cakupan realisasi terbatas transaksi besar.
Metode dengan nilai terbesar
Nama metode mengikuti pencatatan sumber; bukan penilaian kepatuhan.
Silangkan kelompok data
Klik sel untuk menelusuri baris penyusunnya.
Rincian pengadaan
Judul membuka detail, kode sumber, serta lokasi berkas dan baris arsip.
| Paket / satuan kerja | Tahun | Metode | Nilai tercatat | Penyedia |
|---|
Kajian lanjutan / snapshot penuh
Konsentrasi penyedia per satuan kerja
Ringkasan 2022–2026 dari Excel kajian lanjutan. Hanya transaksi ≥ Rp1 miliar dengan penyedia yang teridentifikasi; rekening/satker sendiri dikeluarkan. Filter dashboard di atas tidak mengubah bagian ini. Gunakan pencarian dan urutan khusus di bawah. Pangsa tinggi bukan bukti pelanggaran.
| Satker / unit | Basis nilai | Penyedia teratas | Pangsa teratas | 3 teratas | HHI | Porsi satker tanpa identitas* |
|---|
*Persentase nilai tanpa identitas memakai seluruh transaksi satker ≥ Rp1 miliar selain placeholder; berbeda dari basis penyedia bernama untuk pangsa dan HHI.
Paket untuk pendalaman dokumen
24 paket dari lembar “1 Daftar permohonan KIP”, termasuk alutsista dan BBM. Daftar tindak lanjut riset, bukan temuan pelanggaran. Filter bagian utama tidak berlaku di sini. Klik paket untuk membuka RUP terkait.
| Paket / satker | Tahun | Pagu rencana | Transaksi terhubung di arsip |
|---|
Nol transaksi terhubung tidak membuktikan tidak ada pengeluaran. Pagu pada daftar ini tidak dijumlahkan dengan nilai realisasi.
Sumber dan batas pembacaan
SiRUP KLPD “Kementerian Pertahanan” (K28), 2022–2026; INAPROC memuat arsip transaksi ≥ Rp1 miliar. Snapshot 1 Oktober 2026; kajian lanjutan 2 Oktober 2026. Lokasi hanya tersedia pada RUP, bukan arsip transaksi.
Placeholder, deduplikasi, dan klasifikasi
Sembilan transaksi 2025 @ Rp10 triliun ditandai sebagai placeholder oleh kajian sumber: nama alutsista, penyedia tak teridentifikasi, dan nilai bulat triliunan. Secara default, sembilan transaksi ini dan paket RUP dengan kode yang sama dikeluarkan. Opsi dapat dimatikan untuk melihat nilai mentah. Penanda ini bukan keputusan audit atau penghapusan catatan asli.
RUP memakai satu baris per ID mengikuti analisis sumber. Transaksi tidak dideduplikasi berdasarkan kode RUP karena satu RUP dapat memiliki lebih dari satu transaksi. Nama unit organisasi diklasifikasikan dengan aturan pada kemhan_analisis.py; bukan daftar organisasi resmi yang telah diverifikasi. Tema dan label utang berasal dari kata kunci nama paket.
Penyedia tak teridentifikasi: nama kosong atau penanda seperti xxx, xx, x, -, belum terkonfirmasi, terkonfirmasi, terintegrasi. Nama yang tercantum belum berarti identitas badan usaha tervalidasi; beberapa catatan berisi gabungan nama.
HHI dihitung pada basis penyedia bernama dalam kajian sumber. Data transaksi kecil dan penyedia tanpa identitas tidak masuk denominator tersebut. Nilai HHI berkisar 0–10.000. Angka adalah snapshot analisis, bukan kesimpulan tentang persaingan.
Berkas riset
Pengadaan Kemhan/TNI · Excel ↗Kajian lanjutan · Excel ↗Naskah analisis sumber ↗Rekonsiliasi dan hash berkas ↗Beralih ke dashboard non-Kemhan ↗Kedua dashboard memiliki cakupan berbeda. Tidak ada total gabungan non-Kemhan + Kemhan di situs ini. Semua nilai bersumber dari arsip lokal; tidak diperbarui secara langsung.